Sunday, February 26, 2012

Gadis Berkerudung Senja

Ialah gadis kecil berkerudung senja
matanya adalah sepasang lampu jalan
yang meletup-letup disambar salju tengah malam
entah hitam muda, entah hitam tua--aku lupa

senyumnya adalah bunga musim semi
cerah segar layaknya berkaleng-kaleng warna pagi
entah terpana, entah penuh tanya
lekat ia memandangku--aku tertular ceria

gigil angin menjelang musim dingin,
menyeretnya segera--
menghilang di ujung jalan:
belum usai kami menuntas penasaran

desing angin di sudut Kota Hamburg kala itu
berbisik padaku sebuah rahasia:
hari itu adalah pertama dan terakhir kami berjumpa




2 comments:

salamatahari said...

Gue suka banget puisi ini, Nen. Manis. Teduh. Sekaligus lincah =)

Neni said...

Aawh, Dea. Maacih...:)

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...