Showing posts with label N-Ach Project. Show all posts
Showing posts with label N-Ach Project. Show all posts

Thursday, August 15, 2013

Review N-Ach Project

Well, ini mungkin agak terlambat. Berhubung kemarin libur Lebaran saya pulang tanpa bawa laptop dan hanya modal smartphone yang kurang asyik untuk ketik panjang, jadi baru bisa me-review project untuk diri sendiri kemarin.

N-Ach Project digadangkan selama 2 minggu, dari total waktu yang ditentukan ada 3 kali saya alpa posting. Jadi, bisa dibilang proyek ini gagal (jika dilihat dari konsistensi terhadap janji). Tapi, untuk hal lain, misal dalam hal niat atau usaha untuk memenuhi target, hasilnya tidak terlalu buruk. Saya jadi lumayan produktif atau terpaksa produktif demi memenuhi janji pada diri sendiri. 

Nah, dalam hal kualitas tulisan... oke saya mengaku, beberapa tulisan lahir karena dipaksa. Dan yang namanya terpaksa, kadang hasilnya ya maksa. Beberapa tulisan hadir sekedar hadir sebagai penggugur kewajiban. Tanpa ruh, tanpa isi. Tapi untungnya tidak semua tulisan. Semoga, hehehe.... 

Beberapa tulisan panjang memang terkesan sangat personal dan berani. Berani dalam artian saya mengungkapkan perasaan di media publik seberani itu. Terus terang untuk orang yang melankolis dan tertutup seperti saya (melabeli diri sendiri), hal tersebut kadang memalukan. Makanya saya lebih suka menulis puisi karena tidak harus gamblang menggambarkan keadaan. Tapi tetap saja, emosi dari tulisan bisa terbaca oleh orang lain--meski bisa saja mereka salah interpretasi. 

Dan mungkin tulisan personal seperti itu, bagi sebagian orang, memalukan dan tidak penting. Karena katanya, hal-hal pribadi hendaknya tidak dibagi apalagi di publikasi. Entahlah. 

Mungkin ini ada pengaruh dari bacaan yang saya baca belakangan, intinya tentang mengakui perasaan sendiri, mengenalinya, dan menerima. Saya jadi lebih santai membuka diri, menyatakan emosi. Saya tidak tahu apakah pemahaman saya akibat membaca bacaan tersebut yang kemudian turut mempengaruhi kondisi psikologi saya ada dalam kadar dan aplikasi yang benar, tapi yang pasti saya lebih nyaman. Nyaman terhadap adanya diri saya sebagai pribadi--seada-adanya saya. 

N-Ach project: A desire to be effective or challenged sangat membantu saya untuk kembali produktif nge-blog. Sejak Agustus tahun 2012 lalu, blog ini nyaris tidak diisi. Pemiliknya mengalami disorientasi atau tiba-tiba lupa bagaimana cara menulis puisi. Cerpen apalagi---entah sejak kapan saya kehilangan kemampuan menulis fiksi. 

Dipikir-pikir, tulisan review ini berubah jadi curcol. Penyakit deh! Hehehee... 

Intinya, project kemarin ini yang membawa saya kembali "berpikir" untuk membuat blog lilalily yang tahun ini berusia 5 tahun tetap "bersuara". Dan proses kreatif dalam menulis blog pribadi seharusnya menjadi kegiatan menyenangkan, karena kontennya tidak harus yang berat, tapi lebih personal dan dekat. Kadang-kadang, kegiatan menulis terhambat karena merasa takut tulisan yang dibagi tidak penting. Padahal, selama tidak menyalahi hak asasi atau melukai orang lain, apa salahnya? Toh, judulnya juga blog pribadi. -->> (Ini lebih merupakan pesan untuk diri sendiri, hehhee... !)

Happy blogging... :)







Tuesday, August 06, 2013

N-Ach #12: Tentang E-Book

Ssssstttt....Saya sedang menyelesaikan sebuah bacaan. Dari sebuah e-book. Tapi isinya gas bisa saya ceritakan semua di sini. Yang pasti setelah saya membaca petunjuk di buku tersebut dan lalu belajar menerapkan ilmunya, percaya atau tidak.... it works!

Kadang-kadang kita memang perlu belajar dari pengalaman orang lain untuk lebih bisa memahami keadaan yang  sedang kita hadapi. Atau kadang-kadang kita lebih bisa memaknai sesuatu setelah kita mengetahuinya dari kacamata orang lain.

Hasil yang saya peroleh memang belum maksimal. Jalan masih panjang. Tapi dengan adanya buku ini perjalanan jadi lebih mudah dan menyenangkan! :)

Doakan saya agar berhasil dan selamat sampai tujuan....

Monday, August 05, 2013

N-Ach #11: Di Lengkung Hati


Karena pelangi yang melengkung busur
di ujung cakrawala sore itu
selalu tahu:
ada mejikuhibiniu
di lengkung hatimu




N-Ach #10: Jatuh

Jika pun suatu hari nanti
takdir tidak berpihak pada kita,
aku tegaskan dari sekarang:
ya, aku pernah sangat jatuh cinta padamu
dan sungguh tak ingin menyesalinya--
pengalaman jatuh yang satu itu.

Saturday, August 03, 2013

N-Ach #9: Ragu di Ruang Tunggu

Ada ragu yang menunggu
di ruang tunggu
tak perlu kau jemput ia
atau kau tanya mengapa;
ia hanya duduk sementara di sana
sebelum waktu mengajaknya bicara
tentang apa yang kini masih rahasia

Thursday, August 01, 2013

N-Ach #8: You Are What You Think!

Well, saya absen posting lagi kemarin, hehehe.... Tapi maaf kan saya, hari ini saya akan posting tentang suatu hal yang baik untuk kita semua. 


You are what you think!--adalah motto yang sering saya pakai ketika harus menulis kolom motto di personal data FB misalnya, di formulir-formulir pendaftaran yang meminta menuliskan motto.

Kenapa? Karena saya adalah tipe orang yang kadang lebih memilih memikirkan dampak negatif dari suatu aksi atau kejadian dari pada berpikir positif. Karena saya tipe orang yang berhati-hati--takut melakukan kesalahan. Dan selain itu, hal ini muncul sepertinya akibat rasa kurang PD yang ada pada saya. Jangan ditiru. 

Saya sungguh berjuang untuk jadi orang yang lebih positif atau setidaknya PD. Kasian ya? Saat orang lain bisa berjalan dengan nyaman dengan segala yang ada di dirinya, saya (apalagi saya yang dulu) kesulitan berpikir bagaimana caranya berjalan di depan orang lain agar tampak nyaman, karena saya tidak nyaman. 

Sekarang sudah berkurang. Tapi kadang-kadang, ketika ada di lingkungan baru yang saya kurang nyaman, penyakit ini mucul. 

Hanya jangan aneh jika suatu waktu melihat saya sangat bersemangat atau PD. Itu berarti saya sedang sangat nyaman, baik dengan diri saya, lingkungan, orang-orang di sekitar saya. Well, memang kenyamanan harus kita sendiri yang menciptakan. Mengingat motto ini adalah salah satu bentuk usaha nyata untuk itu. 

Saya mengingat-ingat motto itu agar menjadi semacam pengingat diri bahwa mind over body! Saya sudah membuktikannya beberapa kali. Bahwa kekuatan pikiran bisa membantu kita mengubah atau menguasai keadaan. Misal, saat sedih, katakan pada diri sendiri bahwa kalian bahagia dengan sungguh-sungguh dan mempercayai perkataan itu, maka kalian pun akan seketika merasa bahagia atau paling tidak lebih rileks. Teorinya memang semudah itu, dan memang mudah dan tidak ada salahnya dicoba sesekali. 

Nah, hari ini saya mendapat email dari sebuah program energy healing. Saya berlangganan email mereka tapi tidak pernah terlibat. Email-emailnya hanya saya buka saja agar semua terbaca tanpa saya membaca kontennya. Tapi hari ini, email tersebut berkata bahwa saya tidak pernah memberi komentar apapun tentang email yang mereka kirim dan mereka memberi saya apa yang berjudul 3-Day Fear Cleanse

Setelah saya baca, konsepnya sama dengan apa yang diusung oleh motto saya tersebut di atas. Berikut langkah-langkahnya langsung saya copas (tapi ada yang dikurang-kurangin):

3-Day Fear Cleanse

First thing: Make sure you do this in the evening, preferably before bed - because what we're going to do here is reflect on the day that just went by. Find a quiet place with no distractions. Maybe you could sit in your bedroom for a while. Get seated comfortably. Take 3 deep breaths, try and clear your mind.


Step 1
Think of a moment in the day where you feel a subconscious fear may have been blocking your abundance. Maybe it was a conversation you had at work. Maybe it was when you were buying something in a store. Maybe it was just a random thought you had that made you feel poor or unworthy.

Write down the feeling you were experiencing in that moment. 
For example: I didn't call back that potential client because I figured he wouldn't like me anyway. Or, I was nervous to check my bank account because I was afraid there wouldn't be enough money in it.

Step 2
Create a Target Statement, which you do by first rephrasing your earlier statement.
For example, if your earlier statement was: I was nervous to check my bank account because I was afraid there wouldn't be enough money in it...

Then you would rephrase it to: Even though I'm nervous to check my bank account because I'm afraid there won't be enough money in it, I deeply and profoundly love and accept myself anyway.

Step 3
Tap on it. Start Tapping on the meridian points on your face and body while focusing on the emotional resistance to access and eliminate the emotional or energetic resistance that is blocking you.

Step 4
Convert the negative target statement into a positive one, and start Tapping again.
Using the earlier example, the negative statement was: I was nervous to check my bank account because I was afraid there wouldn't be enough money in it...

And when you convert that into a positive statement, it would be: I'm confident to check my bank account and my finances, because I am abundant and I have more than enough.

Start Tapping on this statement, and while you're doing it add other positive uplifting affirmations and suggestions that will help raise your vibrations and get you into a receptive energetic state.
Sample Positive affirmations:
I am financially abundant.
I am confident about my finances.
I manifest wealth every day.

If you find yourself annoyed or frustrated with these statements, or if they don't yet feel real, this is likely because the subconscious fear is still lodged in your energetic core - which means you need to again Tap on the earlier negative statements.

I hope you enjoyed that exercise! If you want to make Tapping a daily habit and be more aware of the fears holding you back, remember to commit to the 3-Day Fear Cleanse. Just do this exercise once every evening for at least 3 days, and see how much more mindful and conscious it makes you feel about your thoughts, your fears and your actions. 

***


Untuk gampangnya, berikut form pelatihan sistem ini dan keterangan apa yang dimaksud dengan tapping dalam hal ini dan dimana letak titik yang yang harus di-tapping



Coba deh dan buktikan bagaiman metode ini bekerja untuk kalian. Kalau tidak cocok, ya jangan dipaksakan. Tapi jangan juga dihina, metode ini berhasil untuk banyak orang. 

Tuesday, July 30, 2013

N-Ach #7: Tentang Kebohongan

Kamu pikir kebohongan akan bisa menyelamatkanmu?

Mungkin. Sangat bisa.
Tapi percayalah hanya untuk sementara.
Lagi pula apa yang diharapkan dari hidup dalam kebohongan--sehebat apa pun ia?
Tidak ada.

Yang ada hanya rasa lelah harus mengarang cerita.
Rasa malu saat cerita yang diulang tidak sama.
Rasa bersalah di sudut hati nurani.
Akui saja.
Tak ada ketenangan dalam kebohongan.

Kau mungkin tertawa atas keberhasilan membohongi orang lain.
Mungkin juga mendapat keuntungan.
Tapi kau akan merasa jengah terhadap diri sendiri.
Akui saja.
Tak ada yang menyenangkan dari sebuah kebohongan.




Monday, July 29, 2013

N-Ach #6: Esensi Menerima

Sebelumnya saya ingin mengaku, kemarin saya tidak bisa memenuhi janji pada diri sendiri untuk posting blog tiap hari berturut-turut selama 2 minggu. Alasannya saya kecapean karena event di hari Sabtu dan kemarin saya habiskan waktu hampir di kasur seharian--tidur dan menikmati rasa pegal di sekujur badan. 

Tapi saya tidak merasa saya telah gagal. Saya memaafkan diri saya untuk ini, semoga tidak terulang lagi. :)


Ya sudah, hari ini saya ingin curhat. Boleh ya? Kalau tidak suka tentang tema ini, jangan lanjutkan membaca. Karena ini akan sangat personal; sebagian orang mungkin tidak nyaman dengannya. Mungkin. 

Hari ini saya ingin cerita tentang apa yang tengah saya rasakan beberapa hari belakangan. Saya merasa lega. Nyaman dengan diri saya dan kenyataan yang ada pada saya. Dan perasaan seperti ini sungguh menyenangkan. Tidak ada tuntutan, tidak ada ultimatum, tidak ada usaha yang muluk-muluk, tidak ada drama, sedih dan rasa takut lagi--yang ada hanya perasaan tenang dan menerima. 

Saya menerima bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan saya. Tidak semua hal bisa saya raih. Tidak selamanya saya bisa mendapatkan segala yang saya inginkan. Meski begitu saya masih bisa tetap hidup dan bahagia. :)

Satu tahapan kehidupan sudah saya lewati--tahapan yang membuat saya menjadi orang lain tanpa saya sadari, menyangkal batasan yang selama ini saya pegang hanya karena merasa mungkin hal itu bisa mengubah keadaan, menginginkan impian yang  sebenarnya bukan impian saya sendiri, memaksakan diri berjuang untuk hal yang sepertinya tidak butuh diperjuangkan lagi; menjadi lemah dan kecil hati.

Cukup untuk semua itu.

Saya kini sampai pada keadaan saya yang apa adanya saya: yang tidak perlu lagi merasa takut kehilangan (karena saya sudah menerima bahwa saya tidak pernah memiliki); tidak perlu merasa terhina karena penolakan sebab saya sudah berhenti meminta; tidak perlu lagi mempertanyakan banyak hal karena saya sudah menerima kenyataan yang ada di depan mata; tidak perlu lagi berharap dan lalu kecewa sendiri; tidak perlu menyalahkan orang lain karena orang lain pun punya alasan dan motif sendiri atas tindakan mereka dan itu bukan urusan saya; tidak perlu juga merasa menyesal atas semua kesalahan yang pernah saya lakukan. 

Saya menerima semuanya (dan semoga bisa mengambil banyak pelajaran).



Untuk sampai pada tahap ini, memang tidak mudah saudara-saudara. Waktu memang punya cara sendiri untuk menunjukkan pada kita apa yang benar-benar penting atau tidak, termasuk juga untuk mengobati banyak hal. 



Saturday, July 27, 2013

N-Ach #5: Senja Mediterania

Baru pulang workshop yang diadain di kantor "Dari Timur Matahari" bareng Marischka Prudence dan Barry Kusuma. Dari pembicaranya jelas ini workshop tentang travel blogging dan travel photo blogging.

Dan hampir lupa belum posting hari ini. Saya ingin share foto aja, ya.... Tidak nyambung dengan pembukaan sih. Ini dia fotonya:

kaki saya yang paling kanan, yang kiri adalah kaki seorang anak kecil

Foto tersebut diambil pada musim panas 2010, tepatnya dalam tur naik kapal dari Köycegis-Dalyan-Turtle Beach di Turki. Senja Mediterania keren... Matahari terbenam bisa sangat bulat sempurna dan ukurannya besar. 

Kalau yang ini adalah pemandangan sepanjang jalan sebelum sunset:

kapal sewaan untuk tur. setiap kapal sepertinya harus pasang bendera Turki.

Ngantuk.... good night... have a sound and deep sleep, everybody. :)




Friday, July 26, 2013

N-Ach #4: Unsere Garten

Gambar lagi... gambar males....

garten
roses




Thursday, July 25, 2013

N-Ach #3: Bunga Kuning

Saya sedang suka warna kuning.
Dulu sekali waktu masih kecil, kuning adalah warna favorit saya.
Belakangan tiba-tiba saya yang memuja ungu ini jadi kepincut lagi sama warna kuning.

Nah, hari ini saya gambar bunga kuning.
Ini dianya (dengan background yang berbeda):



Saya pakai background hitam--lihat bedanya:



Background biru terang:



Saya ga bisa milih yang mana yang paling oke, jadi tiga versi saya upload semua.
Hahahaha... pemborosan memang.


Wednesday, July 24, 2013

N-Ach #2: Perih di Ujung Jemari

Pernah kah kalian merasakan perih di ujung-ujung jari sebab menahan sedih sendirian? Rasa sedih karena kehilangan sesuatu yang sepertinya tidak bisa lagi diusahakan merupakan jenis sedih yang lumayan menyesakkan ya? Iya ga sih?

Belakangan saya merasakan perih itu—perih di ujung-ujung jemari, bukan lagi di hati. Perih dalam artian harfiah—perih sungguhan, bukan sebatas bahasa. Saya tidak tahu apakah ada saluran perih dari hati ke ujung jari atau semata itu hanya sensasi perasaan saja. Sejauh yang bisa saya ingat, baru kali ini saya merasa perih jenis ini. Kalau perih di hati, saya sudah melewatinya dan itu juga cukup menyiksa.

Ada rasa syukur saat saya bisa merasakan perih seperti itu. Karena saya percaya itu dapat berarti bahwa hati saja masih bekerja dengan baik. Hati saya masih bisa merasa. Mungkin hati saya ingin memberi tahu bahwa sudah waktunya saya menyerah, melepas keinginan, dan merelakan dengan lapang. Suatu proses yang tidak mudah.

Hanya aneh saja kok bisa saat sedih, rasa perih yang seharusnya di hati itu malah bertransformasi menjadi perih di ujung-ujung jemari? 

Semoga kalian tidak menganggap saya berlebihan karena mengungkapkan perasaan ini. Jika kalian pernah atau suatu hari nanti bisa merasakannya, kalian akan mengerti yang saya maksudkan.

Dan kalau perasaan seperti itu menghampiri kalian, bersikaplah berani: rasakan, terima, jangan ditahan atau dilawan. Kenali perasaan sendiri dan akui. Tidak ada salahnya merasa sedih. Toh sedih juga adalah bagian dari emosi kita yang juga butuh diakui. Hanya usahakan jangan biarkan berlarut. Temukan hal positif dari kesedihan yang bisa membantu melegakan perasaan. Meski saya sangat tahu hal ini tidaklah mudah. 

***

Sehubungan dengan merasakan emosi ini, kemarin saya menonton video self-help yang terkait dengan berani mengenali perasaan dan terhubung dengan emosi diri kita yang paling sejati. Rori Raye nama pembicaranya bilang bahwa kita harus berani mengakui emosi sendiri saat kita marah, sedih, terluka, senang, bersyukur dan perasaan lainnya. Rasakan apa yang bisa dirasakan.

Rasakan amarah tanpa mengungkapkannya pada orang yang membuat kita marah. Rasakan perasaan sedih dan kecewa tanpa berkeinginan untuk menghakimi penyebabnya. Jika ingin menangis, rasakan tanpa menunjuk orang lain untuk bertanggung jawab karena membuat kita menangis. Cukup merasakan dan mengakui bahwa perasaan itu ada. Dan ini langkah yang baik dari pada mengeluhkan perasaan tersebut. 

Ia juga mengajarkan bagaimana caranya terhubung dengan emosi terdalam kita. Kuncinya adalah dengan membayangkan gelombang laut, lantai dasar lautan, dan arus (flow). 

Langkahnya adalah sebagai berikut: bayangkan sebuah samudera. Salami hingga ke dasarnya. Berdiri di dasar samudera, rasakan gerakan air dan lihat ikan-ikan yang berenang. Bayangkan tubuh kita ada di sana merasakan arus atau gelombang lautan. Ikuti dan rasakan gerakan gelombang air laut yang tenag dengan menggerakkan tangan sesuai arus. Dan biarkan diri kita "terhubung" dengan perasaan terdalam yang tengah dirasakan. Akui dan terima perasaan tersebut. Setelah beberapa saat, ini akan membuat kita lebih rileks… Dan sungguh lega saat bisa rileks dan kembali pada kondisi yang positif.  

Pada akhirnya, Rori bilang bahwa entah bagaimana, energi dari dalam diri kita akan bekerja dengan cara yang tidak kita ketahui dan akan memberi efek menyembuhkan. Energi positif dari dalam diri akan juga mempengaruhi hal yang di luar diri kita. Saat kita lebih positif, kita akan mempunyai pandangan yang berbeda tentang dunia, tentang masalah kita. Orang lain pun akan bisa merasakan energi positif tersebut dan bereaksi dengan cara yang berbeda pada kita. 

Mungkin kalian berpikir hal ini buang-buang waktu dan tidak masuk akal. Merasakan emosi memang mungkin tidak secara langsung menyelesaikan masalah kita. Tapi saya percaya bahwa ada beberapa hal yang memang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan secara langsung atau pun dengan menggunakan logika. Saya percaya, teknik ini memiliki caranya sendiri untuk “mengoreksi” emosi dan menanggapi masalah penyebab emosi tadi. 

Cara ini memberi kita kesempatan untuk menyembuhkan diri sendiri!

Have a rocking Wednesday, everybody! Cheers….. :)



# Bandung, 24 Juli 2013

Tuesday, July 23, 2013

N-Ach #1: Menu ala Turki

Nah ini dia edisi perdana N-Ach Project. Dan hari ini adalah hari ke-14 puasa. Yuk kita mulai.....

Pernah dengar ungkapan bahwa dapur Turki terkenal sebagai dapur yang paling kaya? Kaya dalam hal ini adalah dalam hal cita rasa, varian makanan dan ragam bumbu masakan khas Turki. Hidup setahun bersama keluarga Turki membuat saya mengenal dan mencicip kekhasan dan kekayaan masakan mereka. Masakan Turki kaya bumbu seperti halnya masakan kita, dan untuk jenis kue, rasanya bisa sangat manis. Kue Baglava misalnya; uuuhh giung kalau kata orang Sunda mah.

Dari sekian banyak masakan Turki, hanya beberapa saja yang bisa saya masak. Dan saya ingin membagi sedikit resep yang gampang dibuat. Bisa dibilang ini pertama kalinya saya berbagi tips atau resep masakan sepanjang karis saya nge-blog ya.... Kali aja bisa jadi menu alternatif saat buka puasa.

Saya pilih menu nasi ala Turki ya, menu utama kita. Saya juga akan memberi tips membuat salad ala Turki.

Orang Turki memasak nasi dengan cara yang sedikit berbeda dengan kita; mereka tidak pernah masak nasi tawar tanpa bumbu seperti yang biasa kita masak. Dan uniknya, berhubung makanan utama orang Eropa adalah roti, meski mereka makan nasi tetap saja roti tidak ketinggalan disuguhkan.

Untuk memasak nasi ala Turki, berikut langkah-langkahnya.

Bahan (Nasi):
Beras
Air atau air kaldu lebih baik
Sayuran kaleng (jagung manis/ wortel/ buncis/ kacang polong)
Margarin
Garam secukupnya
Merica bubuk
Yoghurt kental tawar (optional)

Cara Membuat:
  • Panaskan panci anti lengket. Panaskan margarin secukupnya (disesuaikan dengan banyaknya porsi nasi).
  • Masukkan beras yang sudah dicuci bersih dan ditiriskan. Aduk beberapa saat.
  • Masukkan air secukupnya (jika ada air kaldu lebih baik). Air kaldu akan menambah cita rasa gurih pada nasi.
  • Tambahkan garam secukupnya dan merica bubuk. Aduk.
  • Masukkan sayuran kaleng. Jagung manis saja sudah cukup menambah kaya rasa nasi ini. Namun bisa juga campuran jenis sayuran di atas dimasukkan. Aduk.
  • Tutup panci dan diamkan nasi hingga airnya larut. Setelah itu, masak nasi dengan api kecil. Masak hingga matang. 

Gampang kan? Sekarang kita bikin saladnya.

Bahan (Salad):
Selada air
Timun Jepang
Tomat
Biji buah delima atau apel potong kecil
Bawang bombay merah (optional)
Garam secukupnya
Minyak sayur 2 sdm
Air perasan jeruk lemon secukupnya
Seledri kering atau segar

Cara Membuat:
  • Potong semua bahan sayuran sesuai selera. 
  • Masukkan semua sayuran pada mangkuk saji. 
  • Tambahkan potongan apel yang sudah dipotong dadu. Atau jika mau apel bisa digantikan dengan biji buah delima merah. Dua jenis buah ini akan memberi rasa asam yang segar untuk salad yang kalian buat. 
  • Masukkan minyak sayur, air perasan jeruk lemon, garam secukupnya. Bubuhkan bubuk seledri kering. Jika tidak ada bisa juga menambahkan seledri segar. Tapi seledri segar kita rasanya cenderung lebih kuat, jadi sebaiknya sedikit saja atau tidak usah sama sekali. 
  • Jika mau, tambahkan irisan bawang bombay merah. Namun jika ingin salad yang segar, tidak pakai bawang juga ga masalah. 
  • Aduk rata. Salad segar siap disajikan. 

Tips: 
Sebaiknya mengaduk semua bahan saat salad sudah akan dihidangkan. Mengaduk salad jauh sebelum saat dihidangkan akan membuat salad tidak terlalu segar saat disantap. Salad juga hendaknya langsung dihabiskan. 

Cara menghidangkan:
  • Nasi yang sudah masak disajikan di piring saji. 
  • Untuk lauk-pauknya, kalian bisa menambahkan ayam atau ikan panggang atau apa pun. Sebenarnya ada resep untuk daging atau ikan panggang, tapi ga jauh beda dengan resep kita. Jadi sesuaikan saja dengan resep sendiri. 
  • Jangan lupa tambahkan salad sebagai menu sayurannya. 
  • Terakhir, tambahkan yoghurt kental yang tawar di atas nasi. 

Catatan: 
Rasa dingin yoghurt kental yang baru keluar dari kulkas berpadu dengan gurihnya nasi hangat ala Turki akan memberi pengalaman rasa yang berbeda untuk lidah Indonesia. Saya suka makan nasi dengan yoghurt ini. 

Orang Turki suka "membersikan" piring makanan dengan roti atau maksud saya mencocolkan roti pada bumbu makanan. 

Selamat mencoba, ya.... :)




Monday, July 22, 2013

N-Ach: A desire to be effective or challenged!


Keinginan ini datang tiba-tiba. Baru aja. 

Saya sedang harus menyelesaikan menulis destinasi Seminyak--tempat yang suatu hari nanti ingin saya kunjungi bersama pasangan saya nanti. Aamiin. Tapi, seperti yang sudah jadi kebiasaan, selesai browsing mengumpulkan bahan--ada 2500-an kata--saya butuh rehat sejenak. Nanti setelah istirahat siang saya bisa lanjutkan menulisnya, mengobrak-abrik 2000 kata tersebut menjadi tulisan baru versi saya sendiri. 

Nah, dalam waktu sejenak ini, saya pun blogwalking. Saya sampai pada sebuah blog yang menampilkan gambar penuh warna-warni dan saya heran sendiri bagaimana bisa seseorang dikaruniani bakat sekeren itu? Gambar kartun yang memadukan banyak warna tapi tetap harmonis. Namun, meski saya sangat mengagumi gambar penuh warna, yang bikin saya terinspirasi justru satu postingan tentang gambar menggunakan tinta cina warna hitam. 

ini dia gambarnya

Saya suka melihat kertas yang ditumpuk-tumpuk begitu. Kesannya ga kaku karena tidak dilem sempurna pada kertas dasar. Jadi semacam apa ya namanya, bingung nyebutnya. Kalian bisa lihat karya warna-warni lain atau blog yang dimaksud di sini

Karya sederhana tapi entah kenapa membuat saya tergerak ingin bikin yang mirip-mirip seperti itu. Bayangannya sudah ada di kepala saya. Tapi butuh waktu lama untuk bikin aplikasi gambar gitu. Saya ingin pakai karton warna biru--warna langit--sebagai dasar. Lalu aplikasi atau potongan kertas warna lain akan mewujud menjadi bunga, daun, serangga, atau rumput di sebuah taman. Saya hanya bisa gambar bunga, serangga, dan daun--menyedihkan memang.

Lalu ide lain bermunculan. Kenapa saya tidak mecoba membuat karya--baik tulisan atau doodle bunga sederhana atau apa pun--untuk kemudia diposting di blog yang nantinya bisa berfungsi sebagai salah satu alat pemantau juga. Pemantau sejauh mana saya konsisten dengan keinginan ini. 

Saya tahu karya itu akan sangat jauh kualitasnya dari gambar di blog di atas, tapi ini lebih pada keinginan untuk produktif menghasilkan sesuatu dari pada saya habiskan waktu saya untuk melamun. Belakangan ini, berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk melamun--mikir tapi tidak membawa saya kemana-mana. Yang ada saya makin jadi pemalas. Tiduuuuur aja kerjaannya. Mata merem, tapi pikirannya ga tidur. Insomnia pun kembali melanda. Kemarin sempat sembuh, tapi sekarang kambuh lagi.

Bahkan untuk posting blog pun sangat jarang sekali. Kemarin-kemarin saya seolah kehilangan inspirasi atau kemampuan untuk menulis puisi bahkan secuil. Blank. Atau karena memang kemarin pikiran saya terkuras untuk hal lain? Jadi tak ada momen sendiri--(khususnya) berefleksi lewat tulisan. Tapi memang kadang-kadang kita bisa nulis tentang sesuatu setelah kita "berjarak" dari hal yang ingin kita tulis. Misal, beberapa tulisan saya tentang Jerman justru baru bisa saya tulis setelah saya pulang ke Indonesia--setelah saya 'berjarak' dari Jerman. Setelah Jerman hanya bisa saya kenang. 

Keinginan yang datang tiba-tiba hari ini, sungguh saya syukuri. Mungkin ini yang disebut sebagai momen keinginan berkarya. Need for achievement (N-Ach) mereka menyebutnya. Yaitu keinginan untuk berkarya atau menghasilkan sebuah karya. Untuk lebih lengkap, saya kutip dari wikipedia mengenai N-Ach ini. 

Need for achievement (N-Ach) refers to an individual's desire for significant accomplishment, mastering of skills, control, or high standards. The term was first used by Henry Murray and associated with a range of actions.

This personality trait is characterized by an enduring and consistent concern with setting and meeting high standards of achievement. This need is influenced by internal drive for action (intrinsic motivation), and the pressure exerted by the expectations of others (extrinsic motivation).

Well, untuk kasus saya, sebenarnya bukan untuk tujuan sehebat definisi di atas. Ini adalah sebuah keinginan untuk menantang diri sendiri. Mungkin definisi berikut yang juga saya kutip dari wikipedia lebih mewakili niat ini: A desire to be effective or challenged!


Saya ingin menantang diri saya untuk lebih bisa mengontrol diri dengan cara, memosting atau membuat minimal satu saja karya setiap harinya. Tapi, berhubung keinginan ini saya publish, saya juga harus konsisten kan ya. Nah, ada ketakutan saya tidak bisa memenuhi standar yang saya buat sendiri ini. Sepertinya saya butuh seseorang sebagai 'polisi' yang akan mengawasi dan mengingatkan niat saya ini. Muncul satu nama dalam kepala. Semoga ia bersedia. Nanti malam akan saya pinang ia untuk tugas mulia ini, hahahaha....

Atau mungkin kalian mau membantu saya untuk lebih konsisten terhadap keinginan ini? :)

Kalau pun tidak ada yang bersedia, saya akan coba sendiri. Saya akan menargetkan untuk aktif memosting sesuatu setiap harinya dalam waktu 2 minggu ke depan, dimulai besok. Besok tanggal 23 Juli. Maka dua minggu dari besok, proyek N-Ach ini akan berakhir pada tanggal 6 Agustus. Doakan saya bisa konsisten. Itu saja dulu. Itung-itung belajar disiplin untuk diri sendiri--disiplin dalam memenuhi janji pada diri sendiri. 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...